10 January 2014

Cerita naruto 602

Naruto chapter 602 monggo dinikmati......

"Kau bilang ini adalah tempat di
antara Dunia dan

Dunia selanjutnya kan? Dimana ini
sebenarnya?

Tempat ini gelap, aku tak bisa
melihat semuanya

dengan jelas" Ucap Obito.

"Dan ngomong-ngomong, kakek tua,
siapa kau

sebenarnya? Heh, apa jangan-jangan kau Dewa

kematian ya? Yang bertugas membawaku ke Surga

atau Neraka? Haha" Niat awal Obito hanya

bergurau.

Namun tiba- tiba, saat ia melihat ke
arah tongkat yang dibawa oleh lelaki
tua itu,

ternyata ujungnya adalah sabit.
"Ah tidak!!!!!" Obito berteriak histeris,
"Aku belum

mau mati!!!!!! Aku melihat sabit, jadi kau Dewa

Kematian sungguhan ya!!! ?"
"Kau pasti Dewa Kematian yang bertugas

mencabut nyawa klan Uchiha!!?? Motoku adalah

untuk menolong orang tua, memang benar aku

juga sering melakukan hal-hal buruk dan beberapa

kali melangar peraturan, tapi aku mohon, jangan
bawa aku ke Neraka!!! Ouchhh!!!!"
Obito kesakitan.

"Kau merasakan sakit, karena kau masih hidup"
Ucap lelaki tua itu.

Eh!!???

"Suatu keajaiban bahwa kau masih bisa hidup ..."

Ucap lelaki tua itu. "Aku tak tahu kenapa batu itu

tak menghancurkan tubuhmu, seolah tubuhmu

menyelinap dari batu itu"
"Dimana ... Jadi dimana aku
sebenarnya?"

"kau sedang berada di dalam Ruang bawah

tanahku, setelah reruntuhan batu itu ... Tapi

sayang sekali, setengah tubuhmu hancur, jadi aku

mengobatinya"
Benar, lelaki tua itulah yang
menolong dan

memperban sekujur tubuh Obito.
"Terimakasih" Ucap Obito.

"Masih terlalu dini untuk mengucapkan terimakasih
padaku ... Karena, kau harus
membayar hutangmu

ini. Dan, kau bilang motomu adalah menolong

orang tua kan?"
"Ah, iya, iya, kau benar, tapi ... Apa yang kau mau

dariku?"

"Hmm ..." Lelaki tua itu terdiam. Lalu obito

bertanya " apa kamu mau aku bantu buang air ?"

"Bukan, bukan begitu ..."

"Maaf, tapi aku tak bisa berlama-lama disini, aku

masih hidup jadi aku harus segera kembali ke

Konoha. Perang masih berlanjut dan aku telah bisa

membangkitkan sharingan. Sekarang, aku akan

mampu melindungi teman- temanku" Ucap Obito

saat itu.

"Hmm, melindungi temanmu ..."
Ada apa?"obito tidak mengerti
maksud perkataan

orang tua itu"

"Dengan tubuhmu yang seperti itu ... Kau tak akan

bisa kembali menjadi shinobi" Ucap lelaki itu.

"Lihatlah pada kenyataanya ... Dunia ini dipenuhi

oleh hal yang tak sesuai dengan harapan ...

Semakin lama kau hidup ... Semakin kau akan

menyadari kalau kenyataan hanya menciptakan

penderitaan, rasa sakit, kekosongan ..."

"Apa-apaan lelaki tua ini" Gerutu Obito dalam hati.

"Dengarlah ... Di Dunia ini ... Dimana ada cahaya,

maka disana juga akan ada bayangan ... Selama

ada konsep kemenangan, akan ada juga

kekalahan ... Keinginan egois untuk memperoleh

perdamaian malah akan menciptakan perang ...

Dan kebencian terlahir untuk melindungi kasih

sayang ... Itu semua adalah hubungan yang tak

bisa dihindari"

"Yah yah, dia begitu fokus, sepertinya ini akan

lama" Pikir Obito. "Jadi, dimana aku sekarang?"

Obito kembali bertanya, tapi lelaki itu terus saja

berceramah ...

"Ada orang-orang yang selamat karena kau

terluka ... Benar kan?"

"!!!?" Makin lama Obito tampak kesal dengan cerita

ini. "Apa-apaan kau ini sebenarnya hah!!? Aku tak

mau tinggal disini lagi, aku ingin, ukhh ..." Obito

ingin pergi namun tubuhnya masih cedera berat.

"Kalau kau memang ingin pergi, lakukan saja ...

Tapi, tentunya jika kau bisa bergerak" Ucap lelaki
tua itu.

"Tunggu ... Ini aneh" Pikir Obito, "Kenapa ada lelaki

tua dengan sharingan sendirian disini?"

"Kalau dipikir-pikir ... Aku tahu semua orang tua

yang ada di Uchiha, tapi aku belum pernah melihat

lelaki ini sebelumnya. Ini berarti, sekarang dia

bukanlah shinobi Konoha, dengan kata lain ..."

"Orang tua, apa kau shinobi pelarian? Siapa kau

sebenarnya?" Obito bertanya, ke lelaki tua yang

ternyata bagian belakang tubuhnya tersambung

pipa-pipa bagaikan kabel itu.
"Aku ..." Lelaki tua itu duduk di tempat duduknya,

"Aku adalah hantu seorang Uchiha ... Uchiha

Madara" Tak salah lagi, lelaki tua itu adalah

Uchiha Madara.
"Ma-Madara ..." Sejenak Obito kaget, "Madara ...

Apa yang kau maksud adalah leluhur kami, Uchiha

Madara!? Mustahil! Uchiha Madara harusnya

sudah mati sekarang!!!"

"Jadi bagimu, lebih masuk akal kalau aku adalah

Dewa kematian? Tapi sebenarnya, kau bisa

menganggapku sebagai Dewa Kematian, karena

kenyataan ini adalah ... Neraka" Ucap Madara.

"Aku selamat dari kematian, dan kalau aku tidak

terus menyerap chakra dari Mazou itu, sekarang

juga pasti aku akan mati" Ternyata Pipa- Pipa.

yang terhubung ke punggung Madara itu adalah

untuk menyalurkan chakra.

"Aku, aku akan pulang ... Hah, hah ..." Obito

menjatuhkan diri dari kasur dan berontak, berusaha

sekuat tenaga untuk pergi, meski itu dengan cara

merangkak.

"Menyerah saja, tak ada jalan keluar disini" Ucap

Madara. "Dan ngomong-ngomong, aku ataupun

kau tak akan mampu keluar dari tempat ini,

dengan tubuh kita yang sekarang"
Ukhh,,!!!

"kalau kau terus bergerak, tubuh Hashirama buatan

yang aku pasang padamu akan rusak ... Apa kau

mau mati?"

"Ada hal-hal yang aku ingin kau lakukan

untukku ... Setelah semua itu, aku akan

menyelamatkanmu"

"Apa yang aku inginkan!!? Apa yang lelaki tua

sepertimu mau dari bocah sepertiku!!?"

"Aku ingin merubah nasib dunia ini" Ucap Madara.

"Dunia kemenangan, Dunia Perdamaian, Dunia

Kasih Sayang, aku akan membuat Dunia yang

hanya ada hal itu"

"Aku tak peduli, aku hanya ingin kembali pada

yang lainnya"

"Seperti yang sudah aku katakan, disini hal-hal tak

sesuai dengan harapanmu ... Suatu hari nanti, kau

akan menyadarinya. Kau boleh mati kalau kau

mau. Tapi, aku akan mengambil sharinganmu ..."

"kenapa kau menginginkan sharinganku!? Kau

sudah punya kan!?"

"Tidak, Aku meninggalkan sharingan asliku pada

orang lain ... Yang ini hanyalah sharingan yang aku

dapat setelahnya ... Dan lagi, aku masih belum

mendapat mata kanan. Seseorang butuh kedua

mata untuk membangkitkan potensi tertingginya"

Mada menyibak rambut yang menutupi mata

kanannya. Dan tampak kalau ia memang tidak

memiliki mata kanan.

"Kalau begitu ... Itu berarti bersama dengan

Kakashi, aku akan menjadi lebih kuat!! Kami

berdua pada akhirnya akan mampu melindungi

Rin!!! Aku tak boleh membuang-buang waktu

disini ... Tunggu aku, Kakashi, Rin, aku masih

hidup!!!" Ucap Obito dalam hati.

Selanjutnya naruto 603

Chapter sebalumnya 601

Location: Semarang, Semarang

0 comments:

Post a Comment

tolong berkomentar dengan baik kalau bisa yang bersifat membangun
terima kasih